Posts

Showing posts from August, 2017

Mengenang Wabah Gelap Mesir dibalik Gerhana Matahari Total

Image
Gerhana Matahari Total Mengenang Wabah Gelap Mesir dibalik Gerhana Matahari Total! Fenomena melintasnya gerhana matahari diatas Amerika merupakan peringatan ilahi secara khusus untuk AS. Seperti yang kita ketahui, pada tanggal 21 Agustus lalu, gerhana matahari total bergerak dari Wilayah Barat Laut AS ke pesisir Atlantik. Gerhana ini terjadi pada hari terakhir bulan Ibrani Av, hari yang dikenal sebagai Yom Kippur Katan, atau “hari pertobatan kecil.” Pagi setelah gerhana, orang-orang Yahudi akan mulai meniup shofar setiap pagi selama 40 hari. Perlu diketahui, bahwa Gerhana seperti ini terakhir kali melintasi di wilayah AS 99 tahun yang lalu dengan sejumlah bencana yang mengikutinya. Di tahun ini, bencana kembali melanda AS terhitung sejak beberapa hari Gerhana matahari total (GMT) ini muncul dan melintas di AS. Mari kita lihat contohnya . Dan tidak cukup sampai disini, seminggu setelah GMT, musuh AS, Korea utara mengirimkan sinyal perang ke AS, dengan menembakkan satu rudal balisti...

HASIL KARYA MEWAKILI PEMBUATNYA

Image
Baca : Roma 1:18-25 1:18 Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. 1:19 Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 1:20 Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. 1:21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. 1:22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. 1:23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. 1:24 Karena itu Allah menyerahk...

MENUAI

Image
Baca : Yohanes 4:35-38 4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 4:36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. 4:37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. 4:38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka." Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang - ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai . — Yohanes 4:35 Di penghujung musim panas, kami berjalan-jalan di New Forest, Inggris. Dengan gembira, kami memetik buah beri hitam yang tumbuh di alam liar sambil melihat beberapa kuda bermain di sekitar kami. Sambil menikmati dompolan buah manis yang ditanam orang lain beberapa tahun ...

KITA DIBERSIHKAN

Image
Baca : Yehezkiel 36:24-32 36:24 Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. 36:25 Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. 36:28 Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu. 36:29 Aku akan melepaskan kamu dari segala dosa kenajisanmu dan Aku akan menumbuhkan gandum serta memperbanyaknya, dan Aku tidak lagi mendatangkan kelaparan atasmu. 36:30 Aku juga ...

MEMPERHATIKAN SESAMA

Image
Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah. —Mazmur 41:2 John Newton menulis, “Jika saat pulang, aku bertemu seorang anak yang kehilangan sekeping uang logamnya, dan jika dengan memberi anak itu sekeping uang lagi, aku bisa menghapus air matanya, aku merasa telah melakukan sesuatu. Aku senang melakukan hal-hal yang hebat; tetapi aku tak akan mengabaikan tindakan sederhana tadi.” Di masa sekarang, tidak sulit menemukan orang yang perlu penghiburan: kasir toko yang punya tanggungan dan harus bekerja di dua tempat untuk memenuhi kebutuhannya; pengungsi yang merindukan kampung halamannya; ibu tunggal yang pengharapannya dikikis oleh kekhawatiran; pria tua yang kesepian dan merasa dirinya tak berguna lagi. Namun, apa yang kita lakukan? “Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah,” tulis Daud (Mzm. 41:2). Meskipun kita tidak dapat membantu untuk meringankan kemiskinan dari orang yang kita temui, setidaknya kita dapat  memperhatikan mereka...

MEMENTINGKAN ORANG LAIN

Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri. —Filipi 2:3 Teman saya, Jamie, bekerja di perusahaan raksasa internasional. Di awal masa kerjanya, seseorang menghampiri meja kerjanya, memulai percakapan, dan bertanya kepada Jamie tentang pekerjaan yang dilakukannya. Setelah menjelaskan pekerjaannya kepada orang itu, Jamie menanyakan identitas orang itu. “Nama saya Rich,” jawabnya. “Senang berkenalan denganmu,” jawab Jamie. “Dan apa yang kamu kerjakan di sini?” “Oh, saya pemilik perusahaan ini.” Jamie tiba-tiba menyadari bahwa percakapan mereka yang santai dan sederhana itu merupakan awal perkenalannya dengan salah satu orang terkaya di dunia. Di masa sekarang ketika orang-orang cenderung menyanjung dan memuji “diri sendiri”, kisah sederhana itu dapat menjadi pengingat terhadap perkataan Paulus yang penting di kitab Filipi: “Hendaklah kamu . . . tidak mencari...

BERIKAN WAKTU MU SEBENTAR SAJA!

Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. —Mazmur 46:12 “Kita telah menciptakan lebih banyak informasi yang pernah ada dalam 5 tahun terakhir daripada yang ada di sepanjang sejarah manusia, dan informasi itu tidak henti-hentinya kita terima” (Daniel Levitin, penulis buku  The Organized Mind: Thinking Straight in the Age of Information Overload). Menurut Levitin, “Itu berarti kita menjadi ketagihan hiperstimulasi (rangsangan yang melampaui batas).” Berita dan pengetahuan yang datang bertubi-tubi dapat mendominasi otak kita. Di lingkungan masa kini dengan media yang terus membombardir, kita semakin sulit menemukan waktu untuk duduk diam, merenung, dan berdoa. Mazmur 46:11 mengatakan, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.” Ayat itu mengingatkan kita tentang perlunya menyediakan waktu untuk fokus kepada Tuhan. Banyak orang menemukan bahwa “waktu tenang” merupakan bagian yang penting setiap hari...

MENUNGGU DENGAN SABAR

Bacaan: Ibrani 11:8-16 NATS: Karena iman...Sarah...menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat (Ibrani 11:11) Abraham memiliki iman yang menguatkannya untuk meninggalkan tanah kelahirannya dan diam di tanah yang asing (Ibrani 11:8-9). Tetapi walaupun Allah telah berjanji hendak membuatnya menjadi "bangsa yang besar" dengan memberinya keturunan sebanyak pasir di pantai (Kejadian 12:1-2), Sarah, istrinya, tetap mandul selama bertahun-tahun (16:1). Karena itulah, Abraham menerima saran Sarah untuk mempunyai anak dari pembantunya, Hagar (ayat 2-4). Namun Allah meneguhkan kembali janji-Nya bahwa Dia akan memberi Abraham dan Sarah seorang anak laki-laki mereka sendiri (17:15-22). Mereka harus belajar menanti pemenuhan janji Allah dengan iman (Kejadian 21:1-3; Ibrani 11:11). Para pengikut Kristus menghadapi ujian iman yang sama. Kita mengetahui bahwa Allah ingin menumbuhkan benih rohani melalui kita, tetapi sebaliknya kita sendiri justru mengalami kekeringan rohani. Bahk...

UNDANGAN KEMERDEKAAN

Kamis, 17 Agustus 2017 UNDANGAN KEMERDEKAAN Yesaya 45:20-25 “Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.” (Yes. 45:22) Saya sering menonton televisi yang menayangkan secara langsung proses upacara bendera di Istana Negara dalam rangka merayakan hari Kemerdekaan. Salah satu agenda menarik saat upacara adalah pembacaan cita-cita anak bangsa. Perwakilan anak-anak Indonesia, diwakili sepasang anak SD, mengucapkan impian mereka. Mereka bermimpi Indonesia memiliki free Wi-Fi di mana-mana, mandiri dalam mengelola kekayaan alam, bebas korupsi, rukun, bersatu, dan hidup tanpa diskriminasi. Impian yang lugu dan luhur! Teks Yesaya 45 berbicara perihal impian dan kemerdekaan dalam konteks pembuangan bangsa Israel di Babel. Di tengah penderitaan bangsa Israel, nabi menyampaikan undangan untuk berbalik kepada Tuhan (ay. 22). Tuhan akan memakai Koresh, raja Persia, untuk menyelamatkan umat-Nya. Kini unda...

MENJADI KUAT ATAU MENJADI LEMAH

Tuhan menyertai kita; janganlah takut kepada mereka. —Bilangan 14:9 “Suami saya mendapat promosi untuk bekerja di negara lain, tetapi saya takut untuk meninggalkan rumah kami. Jadi dengan berat hati, ia menolak tawaran itu,” cerita seorang teman kepada saya. Ia menjelaskan bagaimana ketakutan karena perubahan besar semacam itu membuatnya kehilangan kesempatan untuk mengalami petualangan baru. Terkadang ia juga masih memikirkan peluang yang lepas dari tangan mereka karena memutuskan untuk tidak pindah. Ketika dipanggil untuk mendiami negeri yang kaya, subur, dan berlimpah-limpah “susu dan madu” (Kel. 33:3), bangsa Israel membiarkan perasaan cemas melumpuhkan mereka. Ketika mendengar laporan tentang bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar (Bil. 13:28), Israel mulai takut. Mayoritas dari mereka menolak panggilan untuk memasuki negeri itu. Namun, Yosua dan Kaleb mendorong mereka untuk percaya kepada Tuhan dengan men...

KITA DIBELAKANG LAYAR DAN DIA DIDEPAN PANGGUNG

KITA DI BELAKANG LAYAR DAN DIA DIDEPAN PANGGUNG Bacaan: Yohanes 3:22-36 NATS: Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yohanes 3:30) Orang-orang di seluruh dunia akan dapat segera mengenali tokoh Big Bird dan Oscar the Grouch di pertunjukan televisi untuk anak-anak, Sesame Street. Akan tetapi, Caroll Spinney bukanlah seorang selebriti yang terkenal, meskipun ia telah menghidupkan kedua tokoh tersebut dalam acara yang populer ini sejak tahun 1969. Sebagai seorang dalang yang terampil dalam permainan boneka, Spinney sudah merasa puas bekerja di belakang layar. Saya percaya bahwa setiap pengikut Yesus harus melakukan pendekatan yang serupa dalam memperkenalkan Dia kepada dunia. Yohanes Pembaptis berkata kepada para pendengarnya: "Aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya .... Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" (Yohanes 3:28,30). Yohanes mengakui bahwa ia bukanlah mempelai laki-laki itu, melainkan hanya sahabat-Nya...

WAKTU YANG KITA GUNAKAN

Bacaan: Pengkhotbah 3:1-11 NATS: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (Mazmur 90:12) Apakah Anda mempunyai jam dinding atau jam tangan yang ada jarum detiknya? Perhatikan dan ikuti jarum itu berdetik selama satu menit. Dengan detik-detik itu kita menghitung waktu. Waktu adalah bagian terpenting dalam hidup kita. Setelah jangka waktu 75 tahun, semua jam di dunia ini telah berdetik sebanyak hampir 2,5 miliar kali. Bernard Berenson, seorang kritikus seni bertaraf internasional, mempunyai semangat hidup yang tinggi. Bahkan dalam keadaan sakit ia tetap menghargai waktu yang ada. Sesaat sebelum meninggal dunia pada usia 94 tahun, ia berkata kepada seorang temannya, "Saya ingin berdiri di ujung jalan dengan topi di tangan, dan meminta setiap pejalan kaki yang lewat agar menjatuhkan setiap menit yang tidak mereka gunakan ke dalamnya." Melihat sikapnya itu, hendaknya kita sadar betapa pentingnya kita belajar menghargai waktu! ...

KITA ADALAH BATU YANG RAPUH

BATU YANG RAPUH Bacaan: Matius 16:13-20 NATS: Jawab Simon Petrus, "Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (Matius 16:16) Ketika menuliskan kehidupan Simon Petrus, penulis lagu dan pengarang, Michael Card menggambarkan rasul tersebut sebagai sebuah "batu yang rapuh". Istilah tersebut mengandung pertentangan, namun sangat tepat menggambarkan pribadi Petrus. Selama hidup Petrus, kita melihat pertentangan ini muncul ketika ia menunjukkan saat-saat yang penuh keberanian, tetapi kemudian diikuti dengan kegagalan rohani. Setelah menyatakan bahwa Kristus adalah Anak Allah, Yesus pun berkata kepadanya, "Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya" (Matius 16:18). Sebuah batu karang. Sebuah batu. Petrus, yang berarti "batu yang kecil", terbukti rapuh ketika ia berusaha membujuk Yesus agar tidak memanggul salib dan ketika ia menyangkal Yesus sampai ...

MEMILIKI HATI KRISTUS

Kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu—dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis. —Keluaran 32:32 Seorang wartawan Australia yang dipenjara selama 400 hari di Mesir mengekspresikan emosinya yang campur aduk saat ia dibebaskan. Ketika mengungkapkan kelegaannya, ia mengatakan bahwa ia bersyukur atas kebebasannya sekaligus merasa prihatin dengan teman-teman yang ia tinggalkan. Ia merasa sulit mengucapkan perpisahan kepada rekan-rekan wartawan yang telah ditangkap dan dipenjara bersamanya—tanpa tahu berapa lama lagi mereka akan ditahan. Musa juga mengekspresikan kegelisahan yang mendalam ketika memikirkan teman-teman yang akan ditinggalkannya. Ketika merasa bahwa ia akan kehilangan saudara, saudari, dan bangsanya yang telah menyembah anak lembu emas pada saat ia bertemu dengan Tuhan di Gunung Sinai (Kel. 32:11-14), ia mendoakan mereka. Dalam kepeduliannya, Musa memohon, “Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka...

DATANG UNTUK MELAYANI

Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. —Markus 10:45 Di budaya yang terobsesi pada selebriti sekarang ini, tak mengejutkan ada yang memasarkan “selebriti sebagai produk . . . dengan menjual waktu dan kehidupan pribadi mereka.” Artikel Vauhini Vara di  The New Yorker  menuliskan bahwa dengan membayar $15,000, kamu dapat bertemu langsung penyanyi Shakira, dan dengan uang sebesar $12,000, kamu dan 11 tamu lainnya dapat makan siang bersama koki ternama Michael Chiarello di kediamannya. Banyak orang memperlakukan Yesus seperti selebriti ketika mereka mengikuti-Nya dari satu tempat ke tempat lain, mendengarkan ajaran-Nya, melihat mukjizat-Nya, dan meminta kesembuhan dari sentuhan-Nya. Namun, Yesus tak menganggap diri-Nya terlalu penting atau perlu menjaga jarak. Dia terbuka kepada semua orang. Saat pengikut-Nya, Yakobus dan Yohanes, secara sembunyi-sembunyi m...

MENCERMINKAN KASIH ALLAH

Ketika Musa turun dari gunung Sinai— kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu—tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan Tuhan. —Keluaran 34:29 Saya merasa bangga dapat merawat mama selama beliau menjalani perawatan di pusat pelayanan kanker. Bahkan di hari-hari tersulitnya, mama masih membaca Kitab Suci dan mendoakan orang lain sebelum beliau tidur. Mama menyediakan waktu untuk bersekutu bersama Yesus setiap hari, mengungkapkan imannya melalui ketergantungannya kepada Allah, kebaikannya, dan hasratnya untuk menguatkan serta mendoakan orang lain. Tanpa menyadari betapa wajahnya yang penuh senyum itu memancarkan anugerah kasih dari Tuhan, mama membagikan kasih Allah kepada orang-orang di sekitarnya sampai tiba harinya Allah memanggil mama pulang ke surga. Setelah bertemu Allah selama 40 hari 40 malam (Kel. 34:28), Musa turun dari Gunung Sinai. Musa tidak menyadari bahwa pertemuannya dengan Tuh...

GUNA DARI SEBUAH LATIHAN

Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak. —Mazmur 66:10 Latihan saya untuk lomba lari jarak jauh tidak berjalan dengan baik dan putaran terakhirlah yang paling mengecewakan. Setengah dari waktu yang ditentukan, saya hanya berjalan dan bahkan saya harus duduk sesaat. Saya merasa gagal dalam ujian kecil itu. Kemudian saya teringat bahwa itulah inti latihan. Latihan bukanlah ujian agar lolos atau bukan tingkat tertentu yang harus saya capai. Sebaliknya, latihan merupakan sesuatu yang harus saya jalani terus-menerus untuk meningkatkan ketahanan tubuh saya. Mungkin kamu pernah merasa tidak nyaman atas pergumulan yang sedang kamu hadapi. Allah memperkenankan kita mengalami masa-masa ujian tersebut untuk menguatkan otot-otot rohani dan ketahanan kita. Allah mengajar kita untuk mengandalkan-Nya, dan memurnikan kita agar menjadi kudus, sehingga kita menjadi semakin serupa dengan Kristus. Tidaklah mengherankan jika pemazmur dapat m...

BERAPA HARGA SEBUAH ALKITAB?

BERAPA HARGA SEBUAH ALKITAB? Bacaan: Yohanes 6:60-69 NATS: Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Engkau memiliki perkataan hidup yang kekal (Yohanes 6:68) Seorang misionaris yang bekerja pada Penginjilan Bawah Tanah menceritakan kisah seorang beriman di Rusia sebelum jatuhnya komunisme di sana. Ketika ia tahu seorang temannya telah memperoleh Alkitab, ia pun memohon untuk meminjam Alkitab itu. Akan tetapi, si pemilik Alkitab membaca buku berharga itu setiap petang sampai pukul 10 malam. Oleh karena itu setiap malam, selama 8 bulan, dari pukul 10 malam sampai pukul 2 pagi, orang beriman yang setia ini dengan rajin menyalin Alkitab temannya. Akhirnya, ketika beberapa teman kristiani mengunjunginya dengan membawa Alkitab, ia menukarkan karya kasih tulisan tangannya itu dengan beberapa buah Alkitab. Bayangkanlah bila Anda tidak dapat memperoleh Alkitab. Berapa banyak uang yang rela Anda bayarkan untuk mendapatkannya? Mari kita renungkan pertanyaan ini dengan lebih mendalam! Ketika a...

MANUSIA BARU

Kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil. —Kolose 1:23 Saat sekelompok remaja mengunjungi panti wreda di Montego Bay, Jamaika, seorang remaja putri memperhatikan seorang pria yang terlihat kesepian di ujung ruangan. Pria itu tidak dapat turun dari tempat tidur karena keterbatasan fisiknya. Remaja tadi langsung membagikan cerita tentang kasih Allah dan membacakan ayat-ayat Alkitab kepada pria itu. “Saat berbagi dengannya,” kata remaja itu kemudian, “saya dapat merasakan keinginannya untuk mendengar lebih banyak lagi.” Remaja putri itu kemudian menjelaskan keajaiban dari kematian Yesus yang berkorban bagi kita. “Sulit bagi pria yang sudah tak punya harapan dan keluarga itu untuk memahami bahwa satu Pribadi yang tidak pernah dikenalnya begitu mengasihinya sampai rela mati di kayu salib untuk menebus dosanya,” ujar remaja putri itu. Ia pun menceritakan lebih banyak lagi tentan...

KRISIS KOMUNIKASI

Krisis Komunikasi ‘Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Yesaya 59:2). Allah adalah api yang menghanguskan (Ibr. 12:29). Artinya, moral-Nya begitu murni sehingga Dia memancarkan energi yang bercahaya. Namun di taman permulaan kita Dia berbincang dengan kita “muka dengan muka.” Dia mengadakan percakapan pribadi dengan kita; Dia berhadapan langsung dengan ciptaan-Nya. Karena kita benar-benar murni baik sifat maupun karakter kita, kita tidak membutuhkan seseorang untuk menafsirkan atau menerjemahkan Tuhan bagi kita atau kita bagi Tuhan. Keadaan kita mengizinkan kita untuk bertatap muka, berkomunikasi dari hati ke hati dengan Pencipta kita. Mengenai keadaan yang mula-mula ini nabi menuliskan, “Elok dan simetris bentuknya, mantap dan indah dalam penampilan, raut wajah mereka berseri-seri dengan warna kesehatan dan sinar sukacita dan pengh...

MENGAMPUNI DAN MENEGUR

Lukas 17 : 1 - 4 “Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.” (Luk. 17:3) “Satu kali kau sakiti hati ini masih kumaafkan/ Dua kali kau sakiti hati ini juga kumaafkan/ Tapi jangan kau coba tiga kali/ Jangan oh janganlah/ Cukuplah sudah/ Cukuplah sudah/ Jangan kau ulang lagi/” Lagu “Jangan Sampai Tiga Kali” itu mengungkapkan bahwa pengampunan itu ada batasnya. Pada umumnya mengampuni itu sulit, apalagi jika orang yang berbuat salah tidak merasa bersalah dan tidak menyesal. Mengampuni makin sulit jika sudah tiga kali diampuni tetap tidak mau berubah. Apa yang memampukan kita sehingga kita bisa mengampuni orang lain? Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus mengajar para murid dengan cerita dan teladan-Nya sendiri. Tuhan Yesus mengajarkan sikap yang tepat ketika para murid berhadapan dengan orang yang berbuat dosa. Ia menganjurkan adanya koreksi dan pengampunan terhadap orang yang berbuat salah at...