Oleh Elleta Terti Gianina , Yogyakarta Ketika aku masih menjadi mahasiswa tingkat akhir, aku menganggap skripsi sebagai momok yang begitu menakutkan. Tatkala teman-teman seangkatanku begitu bersemangat untuk segera lulus, aku malah membiarkan waktuku selama satu semester pertama terbuang percuma tanpa hasil apapun. Waktu itu, di samping kuliah aku juga bekerja sebagai seorang copywriter di sebuah agensi iklan. Jam kerja yang padat setiap harinya membuatku tak memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan skripsiku. Selain itu, masalah lain karena aku putus dari pacarku pun turut memperburuk keadaan. Aku jadi larut dalam kesedihan dan sibuk mencari pelarian bersama teman-temanku. Ketika ada waktu senggang, bukannya menyelesaikan skripsi, aku pergi pelayanan dengan mengajar anak-anak desa di Gunungkidul atau jalan-jalan bersama teman-temanku. Keadaan itu berlangsung selama beberapa bulan hingga akhirnya aku sadar bahwa skripsiku yang tak kunjung usai ini menyedihkan hati k...
BAGAIMANA KITA DAPAT MEMPEROLEH KEBAHAGIAAN? Kebahagiaan itu mirip seperti oksigen dimana ketersediaannya dibumi ini sangat melimpah bahkan selalu tersedia, jika seseorang kesulitan menghirup oksigen pasti bukan karena oksigennya yang langka tetapi karena telah terjadinya gangguan pada sistem pernapasannya. Jika kita kesulitan untuk bahagia pasti bukan karena stok kebahagiaan sudah habis diambil orang lain atau langka melainkan karena telah terjadinya ganguan didalam sistem kejiwaan kita. Konflik dengan diri sendiri antara pikiran dan perasaan, kemauan dan keyakinan, sikap dan perbuatan. Harmonisasikan lah konflik yang ada dengan : penerimaan diri apa adanya, mengawasi diri sendiri, mudah memaafkan, selalu rendah hati, semangkin mengasihi, mengurangi rasa kecewa, menghibur sakit hati, dan lain sebagainya. kebahagiaan bukanlah sesuatu yang terdapat pada segal harta duniawi seperti yang difikirkan kebanyakan orang pada umumnya melainkan sesuatu yang bersifat rohani yang hanya dap...
Comments
Post a Comment